Organ Reproduksi Wanita


female_repro_sexuality.gif

Terdiri alat / organ eksternal dan internal, sebagian besar terletak dalam rongga panggul.
Eksternal (sampai vagina) : fungsi kopulasi
Internal : fungsi ovulasi, fertilisasi ovum, transportasi blastocyst, implantasi, pertumbuhan fetus, kelahiran.
Fungsi sistem reproduksi wanita dikendalikan / dipengaruhi oleh hormon-hormon gondaotropin / steroid dari poros hormonal thalamus – hipothalamus – hipofisis – adrenal – ovarium.
Selain itu terdapat organ/sistem ekstragonad/ekstragenital yang juga dipengaruhi oleh siklus reproduksi : payudara, kulit daerah tertentu, pigmen dan sebagainya.




GENITALIA EKSTERNA
Organ kelamin luar (vulva) dibatasi oleh labium mayor (sama dengan skrotum pada pria).
Terdiri dari bagian:
1. Labium mayora
2. Labium minor
3. Klitoris
4. Vestibulum
5. Introitus
6. Hymen
7. Perinium .

1. Labium mayora
  • Lapisan lemak terdiri dari kelenjar keringat dan kelenjar sebasea (penghasil minyak) di bagian anterior / depan symphisis os pubis.
  • Labium mayor akan ditumbuhi rambut (pubis) ke arah bawah dan belakang setelah pubertas
  • Labium mayora, ini sama ata homolog dengan dengan skrotum pada pria
  • Didalamnya terdapat lipatan jaringan tipis disebut Labium minora
  • Lapisannya berupa kulit yang sama dengan kulit di bagian tubuh lainnya, yaitu tebal dan kering dan bisa membentuk sisik..


2. Labium minora
  • Lipatan jaringan tipis terletak tepat di sebelah dalam dari labium mayor
  • Tidak mempunyai folikel rambut.namun merupakan selaput lendir yang memiliki struktur yang sama dengan kulit, yang permukaannya tetap lembab karena adanya cairan yang berasal dari pembuluh darah pada lapisan yang lebih dalam.
  • Karena kaya akan pembuluh darah, maka labium minora tampak berwarna pink
  • Banyak terdapat pembuluh darah,
  • Disusun oleh otot polos dengan ujung serabut saraf.yang mengelilingi lubang vagina dan uretra disisi dalamnya..

3. Clitoris
  • Merupakan hasil pertemuan labium minora kanan dan kiri yang membentuk tonjolan ke depan Berupa penonjolan kecil (corpus clitoridis) yang sangat peka terhadap rangsangan dan tersusun banyak pembuluh darah sehingga bisa mengalami ereksi (sehingga sama dengan penis pada pria)
  •  Dibungkus oleh sebuah lipatan kulit yang disebut preputium dan
  • ClĂ­toris ini terdiri dari caput/glans clitoridis yang terletak di bagian superior vulva yang tertanam di dalam dinding anterior vagina.


4. Vestibulum
  • Daerah dengan batas atas clitoris, batas bawah fourchet, batas lateral labia minora.
  • Berasal dari sinus urogenital.
  • Terdapat 6 lubang/orificium, yaitu orificium urethrae externum, introitus vaginae, ductus glandulae Bartholinii kanan-kiri dan duktus Skene kanan-kiri.
  • Antara fourchet dan vagina terdapat fossa navicularis.
5. Introitus
  • Berupa Lubang pada vagina membentuk bangunan separuh bulan
  • Di belakang introitus terdapat lipata disebut forset
  • ika ada rangsangan pada lubang kecil ini i akan keluar cairan (lendir) yang dihasilkan oleh kelenjar Bartolin. Yang ada di samping introitus
6. Hymen (selaput dara)
  • Berupa lapisan tipis bermukosa yaitu / hymen, utuh tanpa robekan
  • Hymen normal terdapat lubang kecil untuk aliran darah menstruasi, dapat berbentuk bulan sabit, bulat, oval, cribiformis, septum atau fimbriae.
  • Akibat coitus atau trauma lain, hymen dapat robek dan bentuk lubang menjadi tidak beraturan dengan robekan (misalnya berbentuk fimbriae).
  • Bentuk himen postpartum disebut parous, Corrunculae myrtiformis adalah sisa2 selaput dara yang robek yang tampak pada wanita pernah melahirkan
  • Hymen yang abnormal, misalnya primer tidak berlubang (hymen imperforata) menutup total lubang vagina, dapat menyebabkan darah menstruasi terkumpul di rongga genitalia interna
  • Kekuatan himen pada setiap wanita bervariasi, karena itu pada saat pertama kali melakukan hubungan seksual, himen bisa robek atau bisa juga tidak. .
7. Perineum
Daerah antara tepi bawah vulva dengan tepi depan anus.
  • Batas otot-otot diafragma pelvis (m.levator ani, m.coccygeus) dan diafragma urogenitalis (m.perinealis transversus profunda, m.constrictor urethra).
  • Perineal body adalah raphe median m.levator ani, antara anus dan vagina.
  • Perineum meregang pada persalinan, kadang perlu dipotong (episiotomi) untuk memperbesar jalan lahir dan mencegah ruptur
GENITALIA INTERNA
ORGAN KELAMIN DALAM

1. Vagina
2. Serviks
3. Uterus
4. Tuba Falopii
1. Vagina
-Dalam keadaan normal, dinding vagina bagian depan dan belakang saling bersentuhan sehingga tidak ada ruang di dalam vagina kecuali jika vagina terbuka (misalnya selama pemeriksaan atau selama melakukan hubungan seksual).
- Pada wanita dewasa, rongga vagina memiliki panjang sekitar 7,6-10 cm.
- Sepertiga bagian bawah vagina merupakan otot yang mengontrol garis tengah vagina. Dua pertiga bagian atas vagina terletak diatas otot tersebut dan mudah teregang.
2. Serviks (leher rahim)
-
Terletak di puncak vagina
- Merupakan uterus bagian bawah yang membuka ke arah vagina..
- Selama masa reproduktif, lapisan lendir vagina memiliki permukaan yang berkerut - kerut.
- Bentuknya bengkok ke arah depan
- Sebelum pubertas dan sesudah menopause, lapisan lendir menjadi licin
- Merupakan penghalang yang baik bagi bakteri, kecuali selama masa menstruasi dan selama masa ovulasi (pelepasan sel telur).
- Sebuah saluran yang melalui serviks memungkinkan sperma masuk ke dalam rahim dan darah menstruasi keluar. Saluran serviks dilapisi oleh kelenjar penghasil lendir. Lendir yang sekresinya sangat banyak dan tebal dan sehinga tidak dapat ditembus oleh sperma kecuali sesaat sebelum terjadinya ovulasi.
- Serviks biasanya Saluran di dalam serviks adalah sempit, bahkan terlalu sempit sehingga selama kehamilan janin tidak dapat melewatinya. Tetapi pada proses persalinan saluran ini akan meregang sehingga bayi bisa melewatinya
- Pada saat ovulasi, konsistensi lendir berubah sehingga sperma bisa menembusnya dan terjadilah pembuahan (fertilisasi). Selain itu, pada saat ovulasi, kelenjar penghasil lendir di serviks juga mampu menyimpan sperma yang hidup selama 2-3 hari. Sperma ini kemudian dapat bergerak ke atas melalui korpus dan masuk ke tuba falopii untuk membuahi sel telur. Karena itu, hubungan seksual yang dilakukan dalam waktu 1-2 hari sebelum ovulasi bisa menyebabkan kehamilan
3. Rahim ( Uterus )
- Merupakan suatu organ yang berbentuk seperti buah pir dilapisi peritoneum (serosa).dan terletak di puncak vagina.
- Rahim terletak di belakang kandung kemih dan di depan rektum, dan diikat oleh 6 ligamen.
- Rahim terbagi menjadi 2 bagian, yaitu serviks dan korpus (badan rahim).
- Selama masa reprod berbentuk seperti buah pir, Selama kehamilan berfungsi sebagai tempat implatansi, retensi dan nutrisi , panjang rahim 2 kali dari panjang serviks.
- Tersusun jaringan kaya otot yang bisa melebar untuk menyimpan janin.
- Selama proses persalinan, dinding ototnya mengkerut sehingga bayi terdorong keluar melalui serviks dan kemudian ke vagina.
- Berbentuk ruang yang dibatasi oleh lapisan disebut endometrium. Setiap bulan setelah siklus menstruasi, endometrium akan menebal. Jika tidak terjadi kehamilan, maka endometrium akan dilepaskan dan terjadilah perdarahan. Ini yang disebut dengan siklus menstruasi.
- Tempat menempelnya Embrio proses implantasi setelah terjadi pembuahan di Tuba Falopii
4. Tuba falopii
- Membentang sepanjang 5 cm sampai 7,6 cm dari tepi atas rahim ke arah ovarium.
- Ujung dari tuba kiri dan kanan membentuk corong membentuk jumbai (Fimbrae) sehingga memiliki lubang yang lebih besar agar sel telur jatuh ke dalamnya ketika dilepaskan dari ovarium.
- Ujung dari tuba falopii yang ber hubungan dengan Ovarium tidak saling menempel tetapi menggantung dengan bantuan sebuah ligamen.
- Sel telur bergerak di sepanjang tuba falopii dengan bantuan silia (rambut getar) dan otot pada dinding tuba.
- Tempat terjadinya Fertilisasi /Pembuahan membentuk Zygot
- Jika di dalam tuba falopii sel telur bertemu dengan sperma dan dibuahi, maka sel telur yang telah dibuahi ini mulai membelah Selama 4 hari, embrio yang kecil terus membelah sambil bergerak secara perlahan menuruni tuba dan masuk ke dalam rahim (Uterus) .
5. Ovarium (Indung Telur)
- tersusun atas sepasang dikanan kiri
- Setiap janin wanita pada usia kehamilan 20 minggu memiliki 6-7 juta oosit (sel telur yang sedang tumbuh) berupa Folikel folikel
- ketika lahir akan memiliki 2 juta oosit. Pada masa puber, tersisa sebanyak 300.000-400.000 oosit yang mulai mengalami pematangan menjadi sel telur. Tetapi hanya sekitar 400 sel telur yang dilepaskan selama masa reproduktif wanita,
- Setiap siklus menstruasi dilepaskan 1 telur.
- Ribuan oosit yang tidak mengalami proses pematangan secara bertahap akan hancur dan akhirnya seluruh sel telur akan hilang pada masa menopause.
- Sebelum dilepaskan, sel telur tertidur di dalam folikelnya.
Sel telur yang tidur tidak dapat melakukan proses perbaikan seluler seperti biasanya, sehingga peluang terjadinya kerusakan pada sel telur semakin meningkat sejalan dengan bertambahnya usia wanita. Karena itu kelainan kromosom maupun kelainan genetik lebih mungkin terjadi pada wanita yang hamil pada usianya yang telah lanjut.
POROS HORMONAL SISTEM REPRODUKSI
Badan pineal

Suatu kelenjar kecil, panjang sekitar 6-8 mm, merupakan suatu penonjolan dari bagian posterior ventrikel III di garis tengah. Terletak di tengah antara 2 hemisfer otak, di depan serebelum pada daerah posterodorsal diensefalon. Memiliki hubungan dengan hipotalamus melalui suatu batang penghubung yang pendek berisi serabut-serabut saraf.

Menurut kepercayaan kuno, dipercaya sebagai “tempat roh”.

Hormon melatonin : mengatur sirkuit foto-neuro-endokrin reproduksi. Tampaknya melatonin menghambat produksi GnRH dari hipotalamus, sehingga menghambat juga sekresi gonadotropin dari hipofisis dan memicu aktifasi pertumbuhan dan sekresi hormon dari gonad. Diduga mekanisme ini yang menentukan pemicu / onset mulainya fase pubertas.
Hipotalamus

Kumpulan nukleus pada daerah di dasar otak, di atas hipofisis, di bawah talamus.

Tiap inti merupakan satu berkas badan saraf yang berlanjut ke hipofisis sebgai hipofisis posterior (neurohipofisis).

Menghasilkan hormon-hormon pelepas : GnRH (Gonadotropin Releasing Hormone), TRH (Thyrotropin Releasing Hormone), CRH (Corticotropin Releasing Hormone) , GHRH (Growth Hormone Releasing Hormone), PRF (Prolactin Releasing Factor). Menghasilkan juga hormon-hormon penghambat : PIF (Prolactin Inhibiting Factor).
Pituitari / hipofisis

Terletak di dalam sella turcica tulang sphenoid.

Menghasilkan hormon-hormon gonadotropin yang bekerja pada kelenjar reproduksi, yaitu perangsang pertumbuhan dan pematangan folikel (FSH – Follicle Stimulating Hormone) dan hormon lutein (LH – luteinizing hormone).

Selain hormon-hormon gonadotropin, hipofisis menghasilkan juga hormon-hormon metabolisme, pertumbuhan, dan lain-lain. (detail2, cari / baca sendiri yaaa…)
Ovarium

Berfungsi gametogenesis / oogenesis, dalam pematangan dan pengeluaran sel telur (ovum).

Selain itu juga berfungsi steroidogenesis, menghasilkan estrogen (dari teka interna folikel) dan progesteron (dari korpus luteum), atas kendali dari hormon-hormon gonadotropin.
Endometrium

Lapisan dalam dinding kavum uteri, berfungsi sebagai bakal tempat implantasi hasil konsepsi.

Selama siklus haid, jaringan endometrium berproliferasi, menebal dan mengadakan sekresi, kemudian jika tidak ada pembuahan / implantasi, endometrium rontok kembali dan keluar berupa darah / jaringan haid.

Jika ada pembuahan / implantasi, endometrium dipertahankan sebagai tempat konsepsi.

Fisiologi endometrium juga dipengaruhi oleh siklus hormon-hormon ovarium.

Histological appearance of endometrial tissues during the menstrual cycle.

A. Normal proliferative (postmenstrual) endometrium, showing small, tube-like pattern of glands.

B. Early secretory (postovulatory) endometrium, with prominent subnuclear vacuoles, alignment of nuclei, and active secretions by the endometrial glands.

C. Late secretory (premenstrual) endometrium, with predecidual stromal changes.

D. Menstrual endometrium, with disintegration of stroma / glands structures and stromal hemorrhage.
HORMON-HORMON REPRODUKSI
GnRH (Gonadotrophin Releasing Hormone)

Diproduksi di hipotalamus, kemudian dilepaskan, berfungsi menstimulasi hipofisis anterior untuk memproduksi dan melepaskan hormon-hormon gonadotropin (FSH / LH ).
FSH (Follicle Stimulating Hormone)

Diproduksi di sel-sel basal hipofisis anterior, sebagai respons terhadap GnRH. Berfungsi memicu pertumbuhan dan pematangan folikel dan sel-sel granulosa di ovarium wanita (pada pria : memicu pematangan sperma di testis).

Pelepasannya periodik / pulsatif, waktu paruh eliminasinya pendek (sekitar 3 jam), sering tidak ditemukan dalam darah. Sekresinya dihambat oleh enzim inhibin dari sel-sel granulosa ovarium, melalui mekanisme feedback negatif.
LH (Luteinizing Hormone) / ICSH (Interstitial Cell Stimulating Hormone)

Diproduksi di sel-sel kromofob hipofisis anterior. Bersama FSH, LH berfungsi memicu perkembangan folikel (sel-sel teka dan sel-sel granulosa) dan juga mencetuskan terjadinya ovulasi di pertengahan siklus (LH-surge). Selama fase luteal siklus, LH meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum pascaovulasi dalam menghasilkan progesteron.

Pelepasannya juga periodik / pulsatif, kadarnya dalam darah bervariasi setiap fase siklus, waktu paruh eliminasinya pendek (sekitar 1 jam). Kerja sangat cepat dan singkat.

(Pada pria : LH memicu sintesis testosteron di sel-sel Leydig testis).
Estrogen

Estrogen (alami) diproduksi terutama oleh sel-sel teka interna folikel di ovarium secara primer, dan dalam jumlah lebih sedikit juga diproduksi di kelenjar adrenal melalui konversi hormon androgen. Pada pria, diproduksi juga sebagian di testis.

Selama kehamilan, diproduksi juga oleh plasenta.

Berfungsi stimulasi pertumbuhan dan perkembangan (proliferasi) pada berbagai organ reproduksi wanita.

Pada uterus : menyebabkan proliferasi endometrium.

Pada serviks : menyebabkan pelunakan serviks dan pengentalan lendir serviks.

Pada vagina : menyebabkan proliferasi epitel vagina.

Pada payudara : menstimulasi pertumbuhan payudara.

Juga mengatur distribusi lemak tubuh.

Pada tulang, estrogen juga menstimulasi osteoblas sehingga memicu pertumbuhan / regenerasi tulang. Pada wanita pascamenopause, untuk pencegahan tulang keropos / osteoporosis, dapat diberikan terapi hormon estrogen (sintetik) pengganti.
Progesteron

Progesteron (alami) diproduksi terutama di korpus luteum di ovarium, sebagian diproduksi di kelenjar adrenal, dan pada kehamilan juga diproduksi di plasenta.

Progesteron menyebabkan terjadinya proses perubahan sekretorik (fase sekresi) pada endometrium uterus, yang mempersiapkan endometrium uterus berada pada keadaan yang optimal jika terjadi implantasi.
HCG (Human Chorionic Gonadotrophin)

Mulai diproduksi sejak usia kehamilan 3-4 minggu oleh jaringan trofoblas (plasenta). Kadarnya makin meningkat sampai dengan kehamilan 10-12 minggu (sampai sekitar 100.000 mU/ml), kemudian turun pada trimester kedua (sekitar 1000 mU/ml), kemudian naik kembali sampai akhir trimester ketiga (sekitar 10.000 mU/ml).

Berfungsi meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum dan produksi hormon-hormon steroid terutama pada masa-masa kehamilan awal. Mungkin juga memiliki fungsi imunologik.

Deteksi HCG pada darah atau urine dapat dijadikan sebagai tanda kemungkinan adanya kehamilan (tes Galli Mainini, tes Pack, dsb).
LTH (Lactotrophic Hormone) / Prolactin

Diproduksi di hipofisis anterior, memiliki aktifitas memicu / meningkatkan produksi dan sekresi air susu oleh kelenjar payudara. Di ovarium, prolaktin ikut mempengaruhi pematangan sel telur dan mempengaruhi fungsi korpus luteum.

Pada kehamilan, prolaktin juga diproduksi oleh plasenta (HPL / Human Placental Lactogen).

Fungsi laktogenik / laktotropik prolaktin tampak terutama pada masa laktasi / pascapersalinan.

Prolaktin juga memiliki efek inhibisi terhadap GnRH hipotalamus, sehingga jika kadarnya berlebihan (hiperprolaktinemia) dapat terjadi gangguan pematangan follikel, gangguan ovulasi dan gangguan haid berupa amenorhea